Jalan Sudirman Jogja Bakal Bebas dari PKL

  Kamis, 06 Februari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Penampakan kawasan pedestrian di Jalan Jendral Sudirman yang baru saja direvitalisasi dan diresmikan oleh Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, Senin (9/12/2019). [Putu Ayu Palupi / Suara.com]

KOTA YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM — Pedagang kali lima (PKL) yang berjualan di Jalan Sudirman Yogyakarta dari simpang Jembatan Gondolayu sampai Tugu, tak bisa lagi menempati lokasi tersebut setelah revitalisasi trotoar selesai.

“Hari ini, kami melakukan sosialisasi mengenai rencanarevitalisasi trotoar di Jalan Sudirman kepada pelaku usaha dan pedagang kaki lima (PKL). Kami menjelaskan bahwa nantiP KL tidak lagi diperbolehkan berjualan di trotoar tersebut,” kata Camat Jetis Sumargandi, Rabu (5/2/2020).

Menurutnya, pihak kecamatan akan melakukan konsultasi dan koordinasi kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta terkait penggunaan pasar tradisional sebagai tempat relokasi PKL dari Jalan Jenderal Sudirman yang terdampak revitalisasi.

“Kalau diperkenankan dan ada los yang masih kosong di pasar tradisional, kami berharap PKL tersebut bisa masuk untuk menempati los tersebut,” katanya.

Pasar tradisional yang dimaksud, lanjut Sumargandi, tidak hanya terbatas pada pasar tradisional yang berada dekat dengan Jalan Jenderal Sudirman yaitu Pasar Kranggan, tetapi seluruh pasar tradisional yang ada di Kota Yogyakarta.

“Saat ini, sebagian besar PKL yang ada di penggal Jalan Sudirman berjualan makanan meskipun ada juga yang berjualan koran,” katanya.

Sumargandi mengatakan, PKL yang terdampak revitalisasi trotoar Jalan Sudirman sudah memahami kondisi tersebut dan tidak keberatan jika nantinya masuk ke dalam pasar.

“Tentunya, ada beberapa PKL yang perlu menyesuaikan barang dagangan yang nantinya dijual apabila mereka bisa masuk ke pasar tradisional. Penyesuaian juga dilakukan untuk jam berjualan,” katanya yang menyebut ada 18 PKL terdampak revitalisasi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar