Dinilai Melanggar, ICM ke Jokowi: Pecat Menkumham Yasonna

  Senin, 20 Januari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Menkumham Yasonna H Laoly saat konpers PDIP terkait OTT KPK (Istimewa)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Menkumham Yasonna H Laoly dilaporkan Indonesian Court Monitoring (ICM) kepada Presiden Joko Widodo terkait polemik kasus suap Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan.

Hari ini, Senin (20/01/2020), ICM mengirim surat pelaporan ke Jokowi dan sejumlah tokoh nasional. Yakni, anggota Dewan Pengarah Badan Ideologi Pancasila (BPIP) Syafii Maarif, Mustofa Bisri atau Gus Mus serta istri Presiden Abdurrahman Wahid, Shinta Nuriyah Wahid.

AYO BACA : Diduga Korupsi Dana Desa Rp100 Juta, Kades Serut Gunungkidul Didemo

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tersebut mengirim surat pelaporan ke Presiden karena mengganggap terjadi benturan kepentingan ketika Ketua DPP PDIP tersebut bersama Sekjen PDIP Hasto Wardoyo membentuk tim hukum PDIP untuk melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 15 Januari 2020 kemarin. Padahal Yasonna merupakan Menkunham yang jabatannya melekat 24 jam.

Direktur ICM Tri Wahyu disela mengirim surat di Kantor Pos Besar Yogyakarta mengungkapkan, ICM meminta Presiden memberikan sanksi tegas pada Menkumham dalam waktu 7x24 jam. Sebab Yasonna rela meninggalkan perannya sebagai pejabat negara demi ikut membentuk tim hukum PDIP.

AYO BACA : Pemkot Jogja Segera Operasikan Gender Corner

"Pejabat publik harusnya ya pro pada publik, bukan menjadi petugas partai, golongan atau pribadi," ungkapnya.

Menurut Tri, bentuk sanksi yang diberikan pada Menkumham karena benturan kepentingan bisa berupa pemecatan padanya. Meski hal itu merupakan hak prerogatif Presiden, pencopotan jabatan penting dilakukan karena tindakan Yasonna merupakan pelanggaran berat.

Kalau tidak dipecat pun, Yasonna harus memilih  mundur dari jabatannya sebagai Menkumham. Dengan ikut menjadi bagian dari tim hukum PDIP,maka diyakini Yosanna lebih fokus menjadi petugas partai di PDIP.

"Lebih baik jabatan (menkumham) diisi orang yang berpikir untuk Indonesia," paparnya.

AYO BACA : Cuaca Panas Menyengat di Jogja Berlangsung Sepekan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar