Dicatut dalam Sidang Suap SAH, Walkot Haryadi Siap Bersaksi

  Kamis, 16 Januari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti (Walikota.jogjakota.go.id)

KOTA YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti merespons soal penyebutan namanya beberapa kali dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap proyek rehabilitasi Saluran Air Hujan (SAH) Jalan Soepomo.

Untuk diketahui, nama Haryadi disebut beberapa kali oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Yogyakarta, Rabu (15/1/2020).

Dalam sidang tersebut, Agus mengaku dimintai uang oleh ajudan Wali Kota dalam beberapa proyek di DPUPKP, juga ada perintah memenangkan kontrak pekerjaan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) hotel maupun proyek dari rekanan seperti Grha Balaikota.

AYO BACA : Dari Sutradara hingga Petinggi Ormas, Profil Ratu Keraton Agung Sejagat

Saat dikonfirmasi, Haryadi menyatakan tidak mengetahui bahwa ajudannya pernah meminta uang pada Agus, termasuk menerima fee dari proyek dari rekanan.

“Tidak tahu, bukan atas perintah . Wah enggaklah,” ujarnya seperti dilansir dari Suara.com.

Menurut Haryadi, dia tidak bisa menjawab setiap statement yang disampaikan Agus sebagai saksi persidangan. Namun, dirinya menyerahkan proses hukum di pengadilan.

AYO BACA : Ratu Agung Sejagat: Kami Diperlakukan Layaknya Teroris

“Tunggu saja proses pengadilan, itu kan keterangan saksi to,” tandasnya.

Haryadi menambahkan, selama ini dirinya meminta dinas-dinas untuk mengikuti proses pelelangan proyek sesuai aturan. Jika ada rekomendasi darinya tentang rekanan, kata Haryadi, hal itu lebih berkaitan dengan pemilihan rekanan yang berkualitas.

Menurut dia, dipilihnya rekanan yang sudah memiliki track record baik akan membuat proyek berjalan optimal. Dia juga tak ingin jika dinas sampai terjebak harga proyek yang murah, tetapi tidak berkualitas.

“Karena ini proyek besar harus hati-hati jangan terjebak harga dlosor-dlosoran . Ojo dumeh murah. Jangan main-main, saya bilang gitu,” ungkapnya.

Terkait kasus suap SAH, Haryadi mengakui belum mendapatkan panggilan menjadi saksi. Namun, dia akan datang bila dibutuhkan.

“Ya saya menghormati hukum, kalau dipanggil , ya datang,” imbuhnya.

AYO BACA : Surat Terbuka Ratu Keraton Agung Sejagat untuk Ganjar Pranowo

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar