Sultan: DIY Waspadai 2 Bencana Hidrometeorologi

  Kamis, 09 Januari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Gubernur DIY Sri Sultan HB X (Antaranews)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Sejak pergantian musim kemarau ke musim hujan Desember lalu, dua bencana hidrometerologi tengah melanda DIY.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X pun mengimbau masyarakat untuk lebih siaga dalam menghadapi dampak ini. Ia mengatakan, ada dua bencana yang paling berpotensi terjadi di wilayah DIY, sehingga sangat perlu untuk diwaspadai.

AYO BACA : Terdakwa Suap Proyek SAH Pemkot Yogya Baca Pledoi

Dilansir HarianJogja.com dan Suara.com, Sultan mengatakan, saat ini kabupaten dan kota sudah terkoordinasikan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Potensi bencana banjir, kata dia, masih kecil karena sungai di wilayah DIY tergolong dalam. Di sisi lain, puting beliung merupakan bencana yang harus diwaspadai, sehingga pohon-pohon rindang perlu segera dipangkas.

AYO BACA : Pemda DIY Undang Investor untuk Kelola Sampah TPST Piyungan

"Kami sudah mengkonsolidasikan, dalam hal ini BPBD Kabupaten sampai ke bawah sudah terkonsolidasi, hanya bagaimana masyarakat bisa mewaspadai bisanya kalau perubahan cuaca, kalau banjir kecil karena sungainya dalam, hanya anginnya kena puting beliung. Kota kan sudah tahu titik-titik di mana yang sudah ada. Mewaspadai puting beliung, pohon tinggi ya dipotong," ucapnya di Kepatihan, Rabu (8/1/2020) kemarin.

Sultan menambahkan, selain puting beliung, tanah longsor juga perlu lebih diwaspadai. Namun, ia meyakini, BPBD baik DIY maupun kabupaten dan kota sudah mengetahui titik rawan longsor, sehingga bisa dilakukan antisipasi lebih dini.

Potensi angin puting beliung dan longsor ini diakui Sultan sebagai bencana yang paling rawan terjadi di wilayah DIY.

"Kemungkinan terjadi tanah longsor, titik-titiknya juga kita sudah tahu, BPBD masing-masing daerah sudah tahu. Bagaimana mengantisipasi itu, mewaspadai itu, karena dua hal ini menjadi sesuatu yang sangat riskan kalau terjadi perubahan cuaca dari kemarau ke hujan," ungkap Sultan.

Puting beliung sangat berpotensi di DIY lantaran provinsi ini diapit sejumlah pegunungan besar, seperti Menoreh, Merapi, Merbabu, dan kawasan Pegunungan Sewu. Bencana ini paling dikhawatirkan karena kekuatannya yang besar berpotensi menimbulkan banyak kerusakan.

AYO BACA : DPRD DIY Minta Guru Cabul di Sleman Dipecat Tak Hormat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar