Menhub Soroti Minimnya Aksesibilitas di Bandara YIA

  Minggu, 29 Desember 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Suara.com/Achmad Fauzi)

KULON PROGO, AYOYOGYA.COM - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyoroti kurangnya aksesibilitas moda transportasi pendukung Yogyakarta International Airport (YIA).

Hal itu ia katakan dalam kunjungannya ke Kulon Progo untuk meninjau perkembangan bandara tersebut, Sabtu (28/12/2019).

Ia lantas meminta PT Angkasa Pura (AP) I untuk terus berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) serta Damri demi supaya moda transportasi yang diperlukan dapat bersinergi dengan baik.

AYO BACA : Airnav Pilih YIA Jadi Pusat Navigasi Jalur Selatan Jawa

Melansir dari HarianJogja.com dan Suara.com, Budi tiba sekitar pukul 10.20 WIB menggunakan pesawat Batik Air dan langsung melakukan rapat terbatas dengan AP I, Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo, serta Dirut PT KAI Edi Sukmoro.

Budi mengatakan, aksesibilitas antarmoda tranportasi di YIA harus terjalin supaya penumpang mendapat kepastian dalam merencanakan perjalanannya.

"Kami memastikan antarmoda yang ada di sini dapat terkait, yaitu kereta api dan bus," kata Budi.

AYO BACA : Selama 2019, BNNP Jogja Ringkus 25 Pengedar Narkoba

Pasalnya, kata Budi, lokasi bandara baru di Kabupaten Kulon Progo ini berada di tepi laut, dan jaraknya cukup jauh dengan pusat kota, baik ke arah pusat kota Wates, yang harus ditempuh selama 30 menit, serta pusat Kota Jogja selama 1,5 jam.

Untuk mengantisipasi kesulitan yang mungkin dihadapi, bagi Budi, kereta api merupakan moda transportasi dengan jarak tempuh yang relatif paling singkat ketimbang bus, terlebih dengan jalurnya yang khusus dan bebas kemacetan.

Kendati demikian, sinergi dengan armada bus menurutnya tak boleh diabaikan. Keduanya, kata Budi, harus punya ketepatan waktu pemberangkatan yang pasti.

"Saya berharap headway ada kepastian. Paling enggak satu jam sekali, syukur-syukur 45 menit sekali. Begitu pula Damri, nanti kita cari titik tertentu, bisa di utara atau selatan," tutur dia.

Budi menyebutkan, jika sudah ada kepastian pemberangkatan, penumpang bisa mengukur secara mandiri estimasi waktu dalam menggunakan moda transportasi satu sama lain.

AYO BACA : Pecinta Alam Masih Dilarang Mendaki Gunung Merapi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar