Desain Tol at Grade Monjali Diharapkan Selesai Januari

  Senin, 23 Desember 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi jalan tol jogja-solo (Antara/Hafiyan Perdana Putra).

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM — Desain tol Jogja-Solo di kawasan Monjali, Ringroad Utara rencananya akan diubah dari elevated (melayang) menjadi at grade atau di atas tanah.

Hal itu dilakukan setelah adanya usulan dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X.

Meski demikian, rencana perubahan desain ini masih terus dibahas di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan diperkirakan selesai pada Januari mendatang.

"Mudah-mudahan perubahan desainnya bisa keluar awal Januari tahun depan," ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Totok Wijayanto, Sabtu (21/12/2019), dikutip dari HarianJogja.com dan Suara.com.

Ia mengatakan, redesain jalan tol di sekitar Monjali dilakukan agar tidak menabrak garis imajiner (Merapi-Kraton).

Kendati demikian, dia belum bisa memastikan gambaran desain terbaru yang disepakati. Kemungkinan dibangunnya underpass Monjali pun, kata dia, masih perlu dikaji lebih lanjut.

AYO BACA : DIY Sarang Teroris? Ketum Muhammadiyah Buka Suara

"Kita lihat nanti desainnya seperti apa," tuturnya.

Sementara itu, Kasubbid Pertanahan dan Penataan Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman Dona Saputra Ginting mengaku, hingga kini belum ada pembahasan terkait perubahan desain.

"Kalau misalnya ada informasi sekitar Monjali menjadi at gradekami malah belum diajak komunikasi," kata Dona, Jumat (20/12/2019).

Dia lantas berharap, jika memang ada perubahan desain terkait jalan tol yang dibangun di wilayah Sleman, perlu segera ada komunikasi dari tim untuk membahasnya dengan Pemkab Sleman.

"Sementara ini belum , mungkin nanti kalau konsepnya sudah ada baru dikomunikasikan dengan kami," kata Dona.

Diberitakan sebelumnya, Sultan meminta pemerintah pusat mengubah desain ruas tol Jogja-Solo di kawasan Monjali, Ringroad Utara. Menurut dia, perubahan harus dilakukan agar tidak merusak estetika sumbu imajiner antara Gunung Merapi, Keraton Yogyakarta, dan Pantai Selatan.

"Saya , kalau mau. Kalau enggak, ya enggak jadi ," papar Sultan di Kantor Gubernur DIY, Kamis (19/12/2019).

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar