UN Dihapus, Pemda DIY: Harus Ada Instrumen Pengukur Kompetensi

  Sabtu, 14 Desember 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Sekretaris Provinsi DIY Baskara Aji. [Suara.com/Putu Ayu P]

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM — Pemda DIY mendukung kebijakan penghapusan ujian nasional (UN) yang diganti oleh penilaian kompetensi.

Namun, tetap harus ada instrumen pengukur kompetensi lulusan. Demikian kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji merespons wacana penghapusan UN. 

"Tidak ada persoalan (bagi Pemda DIY untuk mengganti UN), kita akan menyesuaikan saja. Tapi yang pasti, harus ada instrumen pengukur kompetensi lulusan," kata Baskara, Jumat (13/12/2019) malam.

AYO BACA : Adakah Risikonya Hidup dengan 1 Ginjal Seperti Vidi Aldiano?

Menurutnya, instrumen pengukur kompetensi lulusan ini dapat disiapkan oleh pemerintah pusat. Bahkan, juga bisa diserahkan kepada Pemda atau sekolah dan guru untuk menentukan sendiri instrumen tersebut.

"Daerah bersama sekolah bisa menyelenggarakan test kompetensi apabila dirasa perlu sesuai dengab karakteristik daerah masing-masing," ujarnya.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim optimistis kebijakannya menggantikan UN dengan assessment (penilaian) kompetensi tidak akan menghasilkan 'siswa lembek'. Menurutnya, pergantian sistem UN dengan penilaian kompetensi justru akan memberi tantangan yang sesungguhnya bagi sekolah.

Sekolah, ujarnya, dituntut menerapkan pola pembelajaran yang tidak semata berisi hafalan materi. "Malah lebih men-challenge sebenarnya," Nadiem ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/12/2019).

AYO BACA : Ilegal, Tengkorak Asal Asmat Dijual Online di Eropa

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar