Puluhan Rumah di Desa Selomartani Tergusur Proyek Tol

  Kamis, 12 Desember 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Warga desa Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman mengikuti sosialisasi pembangunan jalan tol di Balai Desa Selomartani, Kamis (12/12/2019) (Antara/Victorianus Sat Pranyoto)

SLEMAN, AYOYOGYA.COM -- Setelah Desa Bokoharjo, Desa Selomartani menjadi lokasi kedua yang disambangi oleh Pemprov DIY dalam rangka sosialisasi proyek Tol Jogja-Solo.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Krido Suprayitno menyebutkan jika pembangunan tol Jogja-Solo akan berdampak pada 162 bidang tanah di Desa Selomartani. Selain itu terdapat sebanyak 30 rumah utuh yang akan tergusur dengan adanya proyek strategis nasional itu.

"Jumlahnya sudah jelas, ada sekitar 162 bidang tanah yang terdampak tol. Sebanyak 30 rumah utuh akan dilewati jalan tol," kata Krido, Kamis (12/12/2019).

Sosialisasi terkait proyek tol tahap kedua ini dipusatkan di Balai Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Pemprov DIY menargetkan sosialisasi selesai hingga Januari 2020. Krido berharap pada Maret tahun depan izin penetapan lokasi (IPL) bisa segera keluar dan dilakukan penghitungan apprasial dan pemasangan patok.

AYO BACA : UN Dihapus, Syafii Maarif: Jangan Serampangan, Ini Bukan Gojek

Balik Nama

Menurut penelusuran Pemprov DIY, ternyata banyak warga Desa Selomartani yang belum melakukan balik nama atas tanah miliknya. Oleh karena itu, Pemprov DIY memberi waktu hingga dua pekan ke depan untuk Satgas Lapangan menyelesaikan validasi data kepemilikan tanah warga agar jelas dalam pembagian apprasial ke depannya.

"Di Selomartani masih banyak didapati pemilik tanah atas nama pemilik lama. Jadi beberapa orang yang diundang ini tidak datang. Hal itu karena undangan bukan kepada pemilik baru. Maka dari itu, kami menugaskan ke Satgas Lapangan untuk melakukan validasi data dalam dua pekan ke depan," terang Krido.

Penyelesaiaan tersebut sangat penting mengingat pembayaran ganti untung harus sesuai dengan nama pemilik tanah saat ini.

AYO BACA : Demi Pertumbuhan Ekonomi, Sultan Ingin Investasi Meningkat

"Tugas Satgas ini untuk memperbaiki data pemilik tanah. Apprasial sudah oke, hanya saja data-data kepemilikan ini harus dicari kejelasannya lebih lanjut," kata dia.

Krido menerangkan ada sekitar 30 nama pemilik lahan yang masih menggunakan identitas lama. Pihaknya menuturkan setelah dua pekan validasi selesai, tim pengadaan tanah bakal melanjutkan tahapan pembangunan tol dengan konsultasi publik.

Belum Tahu Pindah ke Mana

Sementara itu, salah seorang warga Dusun Pondok, Desa Selomartani, Bohimin (64) mengungkapkan jika rumah tinggalnya menjadi salah satu yang terdampak pembangunan proyek tol Jogja-Solo.

"Saya masih bingung akan pindah kemana. Karena seluruh bagian rumah saya kena dampak tol ini. Ya nantinya cari lahan lain jika memang masih ada. Yang penting saya terima dulu uang dari dampak proyek ini," katanya.

AYO BACA : Sambut Nataru, Dispar DIY Siapkan Hiburan Besar-besaran

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar