Dendam, Pria di Kulon Progo Bacok Eks Suami Istrinya

  Kamis, 12 Desember 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi penusukan (Pixabay.com)

KULON PROGO, AYOYOGYA.COM -- AK (38) Warga Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo ditangkap polisi lantaran melakukan penganiayaan terhadap mantan suami istrinya, Sukardiyono (45) warga Jogoboyo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Kasubag Humas Polres Kulonprogo, AKP Sujarwo menuturkan aksi penganiayaan tersebut berawal dari kedatangan Sukardiyono ke rumah mantan istrinya di Dusun Siluwok, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo, Senin (8/12/2019) lalu.

Sukardiyono datang bertiga bersama dengan Sutik Sunaryati (istri barunya) dan Ecin (anak korban bersama istri pelaku).

"Kedatangan mereka bertiga sebenarnya mengantar anaknya untuk meminta surat-surat guna keperluan mengurus beasiswa sekolahnya," ungkap Sujarwo, Kamis (12/12/2019).

Diduga karena masih memendam rasa emosi, ketika ketiganya sampai di rumah justru terjadi cekcok antara korban dengan pelaku. Pelaku yang emosi lantas mengambil Parang sepanjang 40 cm yang kemudian digunakan untuk membacok korban.

AYO BACA : Bola Salju Skandal Pelecehan Seksual Pramugari Garuda

Mendapat serangan tersebut korban lantas berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan warga sekitar. Para tetangga pelaku pun berdatangan dan berusaha melerai pertikaian antara keduanya.

Akibat peristiwa tersebut korban terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit. Korban harus mendapat setidaknya 13 jahitan di kepala. Sementara istri korban merasa tidak terima dan melaporkan kasus tersebut ke aparat kepolisian.

"Korban mengalami luka di kepala dan jari tangan. Istri korban kemudian melaporkan kasus tersebut dan kami langsung menindaklanjutinya," tambahnya.

Tersangka berhasil diamankan di wilayah Gamping Sleman sehari kemudian. Polisi saat ini telah melakukan penahanan terhadap pelaku. Selain itu polisi juga menyita barang bukti berupa parang dan kaos korban yang berlumuran darah.

"Pelaku kami jerat dengan pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal 2 tahun 6 bulan," ungkapnya.

AYO BACA : Pria Pamer Kelamin di Alun-Alun Utara, Korban Soroti Sikap Aparat

Di hadapan petugas pelaku mengaku nekat membacok korban karena emosi. Kedatangan korban bersama istrinya tersebut tidak didahului dengan komunikasi terlebih dahulu. Bahkan tanpa sebab yang jelas korban yang datang langsung emosi.

Ketika tiba di rumah tanpa ada sepatah kata pun korban langsung menarik kaos dari pelaku. Tak hanya itu korban juga mengancam akan melaporkan kepada teman-temannya agar menggruduk korban karena telah menikahi istri korban.

"Karena ancaman itu, saya lantas emosi dan mengambil parang. Langsung saya bacokkan," ujarnya.

Antara pelaku dengan korban selama ini memang sudah saling mengenal. Terlebih korban merupakan mantan suami dari istri. Pelaku juga mengaku kesal dengan korban yang selama ini selalu melancarkan ancaman terhadap dirinya. Namun ancaman tersebut tak pernah ia tanggapi.

Pelaku mengaku tidak memiliki rasa cemburu Ketika korban datang ke rumahnya. Emosinya muncul karena sejak dirinya melamar mantan istri korban, korban selalu mengeluarkan ancaman terhadap dirinya.

"Saat saya melamar istri saya dulu juga diancam. Tapi berhasil diamankan warga,"ceritanya.

Istrinya selama ini tidak jarang berhubungan lagi dengan korban. Ecin pernah tinggal bersama dengan dirinya di Kulonprogo namun justru diancam. Dan ancaman tersebut membuat Ecin terpaksa harus kembali ke rumah ayahnya di Purworejo.

AYO BACA : Jelang Nataru, Harga Bahan Pokok di Sleman Merangkak Naik

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar