Sampah Numpuk Saat Selasa Wage, Sultan: Jangan Mengeluh

  Kamis, 12 Desember 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. (Suara.com/Rahmad Ali).

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengevaluasi jalannya kegiatan Selasa Wage yang dipusatkan di kawasan sepanjang Jalan Malioboro.

AYO BACA : Pemkot Jogja Temukan 50 Makanan Kedaluwarsa di 3 Swalayan

Salah satu hal yang menjadi sorotannya soal dampak dari kegiatan Selasa Wage terutama terkait sampah yang ditinggalkan. Sultan menyebut bahwa kesadaran orang-orang yang datang ke Malioboro terutama dalam hal kebersihan sangat berbeda-beda.

AYO BACA : DPD Himki DIY Bekukan Diri: Pusat Bikin Kisruh

"Orang dari seluruh daerah datang ke situ, kesadaran buang sampahnya juga berbeda-beda, asal kita punya kewajiban ya bersihkan saja," ucapnya seusai menghadiri pemberian penghargaan Anugerah Prestasi di Gor Amongrogo seperti dilansir dari Harianjogja.com dan Suara.com, Rabu (11/12/2019).

Sultan menyatakan bahwa banyaknya sampah merupakan konsekuensi dari diberlakukannya kegiatan Selasa Wage di Maliboro. Pemerintah tidak mungkin melarang pengunjung membawa makanan atau minuman sendiri.

Ia pun meminta agar siapapun pihak terkait tidak mengeluh soal sampah ini.

"Sampah itu konsekuensi masa ngga boleh bawa apa-apa, ya itu tanggung jawab UPT Malioboro tak usah sambat, kecuali kalau tidak boleh ada kunjungan orang ya bersih," katanya.

AYO BACA : Tak Hanya Bom Molotov, Sleman Diteror Perusakan Warung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar