Jogja Beri Sanksi Denda di Tempat Pelanggar Ketertiban Umum

  Jumat, 06 Desember 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Istimewa hukum (Shutterstock)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Pemkot Jogja akan memberlakukan sanksi berupa bayar denda di tempat bagi warga yang melanggar Perda Nomor 15 Tahun 2018 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.

“Saat ini kami masih terus melakukan sosialisasi mengenai sanksi denda di tempat supaya masyarakat tidak kaget, sembari menyiapkan instrumen pendukung lainnya,” kata Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta Hery Eko Prasetyo, Jumat (6/12/2019).

Menurutnya, penerapan sanksi denda di tempat tersebut dilakukan untuk memberikan efek jera kepada masyarakat yang melanggar aturan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

Sejumlah aturan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat yang memiliki sanksi denda seperti diatur dalam Perda 15 Tahun 2018 tersebut di antaranya, mengganggu ruang milik jalan, berjualan di bawah jembatan atau jalan layang.

AYO BACA : Uang Kas Desa Banguncipto Rp227 Juta Disita Kejaksaan

Lebih lanjut, berjualan di atas saluran air dan tempat umum, melakukan pengaturan lalu lintas di persimpangan atau putaran untuk memperoleh imbalan jasa, parkir di bahu jalan, menutup jalan, dan menggunakan trotoar tidak sesuai fungsinya serta aksi vandalisme.

Penerapan sanksi denda di tempat tersebut, lanjut Hery, seperti tilang yang selama ini sudah dilakukan oleh kepolisian bagi pelanggar lalu lintas. “Untuk pembayarannya juga bisa dilakukan tunai maupun nontunai. Kami bekerja sama dengan bank dan menyiapkan petugas penerima denda,” katanya.

Nilai denda yang diterapkan, lanjut dia, juga cukup tinggi yaitu berkisar antara Rp250.000 hingga Rp10 juta per pelanggaran.

“Misalnya ada PKL yang berjualan di bawah jembatan layang dan dikenai sanksi denda di tempat, maka pembelinya pun akan dikenai sanksi yang sama. Tujuannya agar penjual dan pembeli sama-sama tertib,” katanya.

AYO BACA : Penyedia Katering PT MTG Terancam Hukuman 5 Tahun

Penerapan sanksi denda di tempat tersebut diharapkan sudah dapat diterapkan pada triwulan pertama 2020, terlebih Perda Nomor 15 Tahun 2018 tersebut sudah berlaku secara efektif pada tahun ini meskipun Petunjuk Pelaksanaan Perda Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat berupa Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 84 Tahun 2019 baru ditetapkan November.

Selain itu, dalam Perda Ketertiban Umum dan Kententeraman Masyarakat juga diatur mengenai laporan dari camat terkait kondisi dan potensi gangguan ketertiban di wilayah masing-masing. Laporan tersebut diserahkan secara rutin tiap bulan sekali.

“Nantinya, data yang masuk akan digunakan untuk memetakan kondisi kerawanan di Kota Yogyakarta dari aspek ketertiban umum dan ketentraman masyarakat,” katanya.

Satuan Polisi Pamong Praja juga akan menetapkan kawasan yang menjadi percontohan kawasan tertib, di antaranya untuk kawasan tujuan pariwisata, kawasan perekonomian, pemerintahan, budaya, dan pendidikan.

“Kawasan tertib ini mencerminkan bahwa kawasan tersebut menaati peraturan daerah di Kota Yogyakarta. Saat ini ada 39 perda yang berlaku,” katanya.

AYO BACA : Berkali-kali Keracunan, Buruh PT MTG Trauma Makan dari Katering

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar