Penyedia Katering PT MTG Terancam Hukuman 5 Tahun

  Jumat, 06 Desember 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Buruh PT MTG keracunan massal (SUARA/Baktora)

SLEMAN, AYOYOGYA.COM -- Pihak kepolisian tengah mendalami kasus keracunan massal buruh pabrik PT Mataram Tunggal Garment (MTG) di Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY yang terjadi pada Kamis (5/12/2019) kemarin.

Kanit Reskrim Polsek Nggalik Iptu Budi Karyanto menjelaskan, dari hasil investigasi pabrik gamen ini memang menyediakan makan siang. Akan tetapi, makan siang tersebut dibeli dari pihak ketiga.

Tercatat, ada tiga katering yang memasok makanan di pabrik tersebut. Hari ini, Jumat (6/12/2019) ketiga pemilik katering tersebut dipanggil.

AYO BACA : Berkali-kali Keracunan, Buruh PT MTG Trauma Makan dari Katering

“Dari pihak perusahaan sudah dimintai keterangan, rumah sakit sudah, buruh sudah dimintai keterangan. Katering hari ini kita lakukan pemanggilan,” kata Budi.

Budi menyebutkan, ketiga katering diketahui memiliki izin. Namun, untuk memastikan makanan mana yang menjadi penyebab 105 buruh pabrik garmen keracunan, pihaknya masih menunggu hasil lab.

“Setelah hasil lab, baru diketahui penyebabnya. Bisa ditindaklanjuti lagi. Kemarin kita juga berkoordinasi dengan Dinkes Sleman untuk mengambil sampel sisa makanan maupun makanan yang belum dimakan untuk diperiksakan ke lab hari ini,” ujar dia seperti dikutip dari Kumparan.com.

AYO BACA : Buruh PT MTG Ternyata Sudah Berulang Kali Keracunan

Makanan yang diambil sampelnya di antaranya nasi, sayur kangkung, oseng-oseng pepaya, tongkol, bakwan, kerupuk, dan semangka.

“Dari makanan ini mana yang menyebabkan keracunan kita belum tahu apakah dari buahnya, sayurnya, atau lauknya kita belum tahu,” ujarnya.

Jika dari investigasi ditemukan ada kelalaian pihak katering maka ancaman hukuman lima tahun bui pun siap menanti.

“Ancaman kalau memang ada kelalaian terancam pasal 62 ayat 1 Jo pasal 8 ayat 3 Undang-undang nomor 88 tahun 99 tentang perlindungan konsumen. Ancaman hukuman lima tahun,” tandas Budi.

AYO BACA : Wabup Sleman: Pembangunan Harus Kebutuhan Disabilitas

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar