Berkali-kali Keracunan, Buruh PT MTG Trauma Makan dari Katering

  Jumat, 06 Desember 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Buruh PT MTG menyantap makan siang di sekitar warung makan pabrik, Jumat (6/12/2019). [Suara.com/Baktora]

SLEMAN, AYOYOGYA.COM -- Beberapa buruh PT Mataram Tunggal Garment (MTG) mengaku was-was saat menerima makan siang dari katering yang disediakan oleh perusahaan mereka.

Trauma dengan keracunan massal yang terjadi kepada rekannya, sejumlah buruh memilih untuk tak mengonsumsi makan siang yang disediakan oleh pihak perusahaan.

"Hari kedua setelah kejadian kemarin (Kamis-red) jadinya was-was (mengambil makan siang yang disiapkan katering). Jadi lebih pilih makan di luar daripada mengambil katering yang disiapkan," ungkap salah seorang buruh PT MTG, Retno (29), Jumat (6/12/2019).

Retno mengungkapkan dirinya tidak mengalami keracunan karena memang tidak suka dengan lauk yang dihidangkan sebelumnya. Ia juga sempat curiga dengan kondisi lauk yang sebelumnya disiapkan katering.

AYO BACA : Buruh PT MTG Ternyata Sudah Berulang Kali Keracunan

"Lauk kemarin itu kan ada tongkol, ayam, dan lele. Kebetulan saya dapat tongkol, karena tidak suka, saya tidak makan. Selain itu, ketika melihat bentuk ikannya saja sudah curiga, beberapa rekan juga memberitahu lauk ikan tongkolnya basi," katanya.

Wanita yang telah bekerja selama empat tahun ini mengaku meski was-was, beberapa buruh lain tetap mengambil makan siang yang disiapkan.

"Tadi ada beberapa buruh yang mengambil makan siang itu. Kalau saya memilih beli di luar," katanya.

Berbeda dengan Retno, seorang buruh lain, Marwati (40) mengaku tetap mengambil hidangan makan siang yang disiapkan pabrik tempat kerjanya.

AYO BACA : Wabup Sleman: Pembangunan Harus Kebutuhan Disabilitas

"Kebetulan saya tidak keracunan, karena lauk yang saya makan itu ikan lele. Jadi hari ini tetap berani mengonsumsi. Karena lauknya hanya telur, tahu dan sayur lodeh. Rasanya juga masih baik, tidak ada bau dan rasa basi," jelasnya.

Menurut pantauan, sejak pukul 11.30 WIB, ratusan buruh PT MTG keluar pabrik untuk beristirahat makan siang. Ratusan buruh tersebut memenuhi warung makan yang ada di sekitar pabrik. Tak sedikit para buruh yang membawa bungkusan untuk makan siang.

Hingga kini peristiwa yang masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) Program tersebut masih diinvestigasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman. Sejumlah sampel telah diuji di laboratorium untuk mendapatkan hasilnya.

Dinkes belum memastikan makanan apa yang menyebabkan ratusan buruh Garmen tersebut keracunan.

"Kami belum bisa memastikan apa penyebab mereka keracunan. Sampel masih kami uji, tapi satu pekan ke depan baru keluar hasilnya," kata Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo.

AYO BACA : Ditinggal Sopir Kencing, Mobil Cemplung ke Kali Gajah Wong

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar