Mayoritas Angkutan Umum di Bantul Tak Layak Beroperasi

  Kamis, 21 November 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Angkutan umum di Bantul mogok (Erfanto Linangkung/KORAN SINDO)

BANTUL, AYOYOGYA.COM -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul, DIY mengungkapkan bahwa mayoritas angkutan umum di wilayahnya ini tak layak untuk beroperasi.

Hal itu karena kondisinya tidak memenuhi persyaratan untuk diberikan izin operasional.

"Kita di Bantul ada sekitar 95-an angkutan, akan tetapi yang memenuhi syarat dan diberi izin itu cuma delapan angkutan, jadi kebanyakan sudah usia tua, tidak layak, sehingga kita tidak berani mengeluarkan izin," kata Kepala Dishub Bantul Aris Suhariyanta, Rabu (20/11/2019) kemarin.

AYO BACA : Pemkot Yogyakarta Kesulitan Tangani Persoalan Sampah

Menurutnya, mayoritas angkutan umum di Bantul tidak layak beroperasi karena usia armada sudah tergolong tua. Hal itu dikarenakan pengusaha maupun pemilik angkutan enggan melakukan peremajaan atau memperbaharui baik komponen maupun busnya.

"Angkutan umum itu kita rutin setiap tiga bulan sekali kita melakukan pembinaan baik itu kru angkutan maupun pengusaha bus-nya, itu rutin kita laksanakan, namun demikian kalau kita melihat semangat mereka pengusaha yang punya bus itu malas kalau mau meremajakan busnya," katanya.

Jadi, kata dia, sepertinya mereka hanya mau menunggu bus itu sampai tidak layak pakai, kalau masih layak ya akan jalan terus, kalau tidak ya sudah maunya berhenti, katanya.

AYO BACA : Teror Pamer Kemaluan, Polisi Masih Buru Pelaku

Aris mengatakan, meski mayoritas angkutan umum tidak layak pakai, namun pengusaha tetap mengoperasikan armada untuk mengangkut penumpang, namun pihaknya tetap tidak dapat melakukan tindakan, kecuali angkutan tersebut kedapatan atau terjaring razia atau operasi petugas gabungan.

"Kayaknya iya (beroperasi), jadi kita kalau pas ada operasi baru kita tindak, kalau nggak kita tidak bisa berbuat banyak, sehingga itu (penindakan) ranahnya kita libatkan kepolisian. Biasanya di Bantul ada operasi sendiri, karena kita juga diminta membantu provinsi," katanya.

Menurut dia, pemilik armada enggan meremajakan angkutan bus karena kemungkinan sekarang ini bisnis jasa transportasi tersebut sudah lesu yang diakibatkan karena minim penumpang, bahkan di daerah tertentu sudah tidak ada penumpang, sehingga pendapatan minim.

"Kalau penumpang tidak ada, penghasilan minim mau menanamkan modal untuk angkutan umum kan berat, kalau ada penumpang pagi sama siang saja pas jam sekolah, itupun tidak bisa penuh," katanya.

Dia menyebutkan, angkutan umum di Bantul itu diantaranya bus jurusan Yogyakarta-Kretek (Parangtritis Bantul), angkutan Yogyakarta-Imogiri, dan angkutan Yogyakarta-Srandakan.

AYO BACA : Warga Jogja Rela Antre 4 Jam Demi Surat Sehat Syarat CPNS

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar