Teror Pamer Kemaluan, Polisi Masih Buru Pelaku

  Kamis, 21 November 2019   Mildan Abdalloh
Ilustrasi pelecehan seksual (Suara.com/shutterstock)

BALEENDAH, AYOYOGYA.COM -- Polsek Baleendah masih memburu pelaku teror pamer kemaluan yang meresahkan warga Baleendah, Kabupaten Bandung.

Kapolsek Baleendah Kompol Supriyono mengatakan bahwa untuk mecari petunjuk, pihaknya menyebar Bhabinkamtibmas yang mencari informasi terkait teror pamer kemaluan tersebut. Keterangan saksi, kata dia, menjadi satu-satunya petunjuk untuk mecari pelaku teror kemaluan tersebut.

"Lokasi berada di perkampungan dan tidak ada CCTV," tutur Supriyono seperti dikutip dari AyoBandung.com, Kamis (21/11/2019).

Jika ada rekaman CCTV, proses pencarian pelaku dimungkinkan akan lebih mudah, mengingat polisi bisa melakukan penelusuran dari ciri-ciri identik yang lengkap, seperti nomor polisi kendaraan, termasuk wajah pelaku. Akan tetapi, karena tak ada rekaman CCTV, menjadikan petunjuk hanya mengandalkan keterangan dari saksi.

"Kami melakukan pendekatan menggali informasi barangkali ada saksi yang melihat atau menemukan alat bukti lain," katanya.

Sejauh ini, pihaknya belum menerima laporan serupa terkait adanya teror kemaluan di daerah lain.

AYO BACA : Warga Jogja Rela Antre 4 Jam Demi Surat Sehat Syarat CPNS

Teror kemaluan terjadi di Baleendah beberapa hari lalu. Seorang perempuan yang sedang beres-beres didatangi orang tidak dikenal dan langsung memperlihatkan alat vitalnya.

Teror Santriwati

Kejadian serupa pernah terjadi belum lama ini di Gunungkidul, DIY. Puluhan santriwati di Panti Asuhan Islam Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul dibuat resah dengan ulah pria yang memamerkan alat kelaminnya (ekshibisionisme).

Disinyalir, jumlah pria yang melakukan aksi eksibisionisme berjumlah lebih dari satu orang. Dari informasi yang dihimpun, pelaku ekshibisionisme tersebut ada yang bercirikan bertubuh tambun, kurus dan juga tinggi. Aksi tersebut diketahui terjadi di beberapa titik kawasan Kecamatan Playen.

Seorang santriwati, Amin mengaku pernah menemukan aksi tersebut. Peristiwa tersebut, ujar Amin, terjadi pada Kamis (30/10/2019) silam. Saat itu, Amin bersama dengan teman-temannya pulang sekolah dari SMK Muhammadiyah 2 Playen.

Mendekati Padukuhan Tumpak Desa Ngawu Kecamatan Playen, ia melihat ada seorang pria paruh baya terlihat sedang membetulkan motornya yang rusak. Tanpa disadari, ketika rombongan santriwati tersebut mendekat, tiba-tiba pria tersebut berdiri langsung membuka celananya dan menunjukkan alat kelaminnya di hadapan para santriwati.

AYO BACA : Wabup Sri Muslimatun Berpotensi Jadi Bupati Sleman

"Sontak kita teriak takut sambil mengayuh sepeda lebih kencang lagi," katanya seperti dilansir dari Suara.com, Senin (4/11/2019) lalu.

Sesampainya di panti asuhan, mereka lantas bercerita dengan teman-temannya sesama santriwati. Ternyata dari hasil perbincangan tersebut, peristiwa serupa juga dialami santriwati lainnya. Bahkan, berdasarkan cerita dari sesama santriwati, aksi tersebut sudah berlangsung lima kali atau bahkan lebih.

"Ada yang sekali, ada yang empat kali, ada yang dua kali. Teman-teman saya dilihatin kayak gituan," tuturnya.

Pun dari cerita tersebut, terkuak aksi pria kelainan orientasi seksual tersebut juga terjadi di sejumlah titik di wilayah kecamatan Playen. Di antaranya di masjid dekat SMK Muhammadiyah 2 Playen ujung jalan kampung di dusun tumpak serta sebuah rumah kosong yang tidak jauh dari Kompleks Panti Asuhan Islam.

"Kalau orangnya lebih dari satu ada yang gemuk pendek dan ada yang kurus," tambahnya.

Merespon hal tersebut, Kepala Dukuh Tumpak Sumanto mengatakan telah meminta semua ketua RT dan masyarakat agar berani menegur atau pun melaporkan, jika melihat pelaku eksibisionisme tersebut.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian dengan harapan dapat segera diamankan.

"Ini sudah meresahkan. Saya sudah meminta para pemuda untuk siaga," katanya.

AYO BACA : UU Keistimewaan DIY Digugat, Roy Suryo: Felix Pansos

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar