3 Kabupaten DIY Akan Kekeringan hingga Ratusan Hari ke Depan

  Jumat, 08 November 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Warga Dusun Gimeng, Sumbergiri, Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul. [Suara.com/Muhammad Ilham Baktora]

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga 31 Oktober lalu belum semua wilayah Indonesia memasuki musim hujan.

Menurut laporan, hanya 34 persen yang sudah positif memasuki musim hujan, sedangkan 36 persen wilayah yang lain masih terdampak kemarau.

"Potensi curah hujan sangat rendah masih terdapat di Padang bagian barat, Bengkulu bagian barat, Lampung, pesisir selatan Banten, sebagian P Madura, Bali, NTB, NTT, Sulsel bagian selatan, Sultra bagian selatan, dan Maluku bagian selatan," ungkap BMKG, melalui akun resmi Instagram @InfoHumasBMKG, Kamis (7/11/2019).

Melalui cuitan tersebut, BMKG juga membagikan daftar 10 wilayah yang masih mengalami kekeringan yang panjang.

AYO BACA : Merawat Islam dan Bangsa oleh Pahlawan Nasional dari DIY KH Kahar

Kekeringan-Jogja

Dari 10 wilayah tersebut, tiga di antaranya merupakan kabupaten di DI Yogyakarta: Gunungkidul di urutan keenam, Kulon Progo ketujuh, dan Bantul kesembilan.

Berdasarkan rentang waktunya, Gunungkidul menjadi kabupaten yang mengalami kekeringan terpanjang di DIY, yaitu selama 197 hari.

Sementara itu, Kulon Progo membuntuti di bawahnya dengan rentang waktu kekeringan selama 197 hari, dan Bantul 196 hari.

AYO BACA : Keluarga Korban Klitih Sleman, Bingung Bayar RS hingga Ditolak BPJS

Selain DIY, beberapa wilayah yang tercantum dalam daftar tersbeut berada di NTT, Bali, NTB, dan Jawa Timur. Berikut daftar lengkapnya:

1. Sumba Timur, NTT (229 hari)
2. Lembata, NTT (218 hari)
3. Buleleng, Bali (206 hari)
4. Sumbawa Barat, NTB (200 hari)
5. Sampang, Jawa Timur (199 hari)
6. Gunung Kidul, DIY (197 hari)
7. Kulon Progo, DIY (197 hari)
8. Belu, NTT (197 hari)
9. Bantul, DIY (196 hari)
10. Flores Timur, NTT (196 hari)

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul telah menyatakan, ada 15 kecamatan yang terdampak kekeringan di tahun ini.

"Akhir Juni lalu, kami sudah menyuplai air ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan di Kabupaten Gunungkidul. Terdapat 15 kecamatan di Gunungkidul yang mengalami kekeringan akibat kemarau ini. Jadi solusi paling cepat dengan dropping air," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gunungkidul Sapto Wibowo saat ditemui di kantornya pada Selasa (5/10/2019).

Sapto menilai, musim kemarau tahun ini cukup parah, sampai-sampai kecamatan yang sebelumnya tidak pernah meminta pasokan air saat kemarau, tahun ini mengajukan permintaan.

AYO BACA : Raih Berkah Berlipat di Hari Bahagia Nasional 11.11

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar