Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,5 Km

  Jumat, 20 September 2019   Abdul Arif
Kubah gunung Merapi terlihat dari Tlogowatu, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (7/9/2019). Berdasarkan data pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode 7 September 2019 pukul 06:00 WIB - 18:00 WIB terjadi guguran lava sebanyak tiga kali ke arah hulu kali Gendol dengan jarak 500-750 meter. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/aww.

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM-- Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran sejauh 1,5 kilometer ke arah hulu Kali Gendol pada Jumat (20/9/2019). Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan, awan panas yang terjadi pada pukul 17.48 WIB itu memiliki amplitudo maksimum 75 mm dengan durasi kurang lebih 150 detik.

Selain awan panas guguran, berdasarkan pengamatan BPPTKG dari pukul 12.00-18.00 WIB, terekam satu kali gempa awan panas guguran di gunung itu dengan amplitudo 75 mm selama 150 detik, 20 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-35 mm selama 23.96-86.64 detik, dan empat kali gempa hembusan jauh dengan amplitudo 2-13 mm selama 16.55-113 detik.

AYO BACA : Kurangi Angka Pengangguran, Sleman Gelar Bursa Kerja

Selanjutnya, hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.

Angin di gunung itu bertiup lemah ke arah barat dan barat laut. Suhu udara 18-23.9 derajat Celsius, kelembaban udara 28-95 persen, dan tekanan udara 569.2-708.7 mmHg.

AYO BACA : Penetapapan Alat Kelengkapan DPRD Yogyakarta Tunggu Pimpinan Definitif

Hingga saat ini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG.

AYO BACA : Yogyakarta Galakkan Vaksinasi Rabies Gratis

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar