Kawasan Industri Piyungan Diharapkan Jadi Penampung Produk IKM

  Rabu, 17 Juli 2019   Rizma Riyandi
kawasan industri piyungan (bernas)

BANTUL, AYOYOGYA.COM--Kawasan Industri Piyungan yang sedang dikembangkan di wilayah Desa Srimulyo Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diharapkan bisa dikonsep menjadi penampung produk para industri kecil menengah yang ada di kabupaten tersebut.

"Kami sudah diundang rapat di Bappeda DIY kaitannya soal kawasan industri Piyungan, jadi industri Piyungan itu diharapkan nanti benar-benar menjadi penampung (produk) para industri rumahan," kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Bantul Agus Sulistiyana di Bantul, Rabu (17/7/2019).

Dengan demikian, kata dia, nantinya para pengrajin atau tenaga kerja yang bekerja di industri rumahan hasil produk industrinya itu dikirimkan ke kawasan Industri Piyungan dan dipasarkan secara bersama maupun tersendiri oleh pihak otoritas kawasan industri.

"Jadi nanti yang menjual dari kawasan Industri Piyungan atau KEK (kawasan ekonomi khusus) itu, ini masih konsep, akan tetapi mudah-mudahan bisa berjalan, karena pada tahun 2020 kami diminta untuk membebaskan tanah untuk akses jalan," katanya.

Menurut dia, kawasan Industri Piyungan dikonsep agar bisa menampung produk industri rumahan itu agar bisa mendorong pertumbuhan dan perkembangan industri kecil tersebut, selain itu dapat mengurangi angka kemiskinan di Bantul termasuk DIY setelah terlibat dalam sektor industri rumahan.

"Kemiskinan di DIY itu cukup menjadikan perhatian semua pihak, saya menjadi camat di enam kecamatan itu rata-rata kemiskinan seja duluk sampai saat ini tidak beranjak dengan pengurangan yang drastis atau signifikan, terakhir saat saya di Pandak kira-kira masih 13 persen," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, upaya dalam pengentasan kemiskinan itu diantaranya dengan melatih orang-orang tersebut agar bisa memiliki keterampilan setidaknya mampu memproduksi kerajinan atau bekerja di sektor industri rumahan yang nantinya difasilitasi penjualannya.

"Orang-orang miskin yang sudah kita latih kemudian katakanlah hasilnya itu bisa dijual lewat KEK di Piyungan, otomatis terangkat, dan ketika UKM hidup usahanya akan semakin besar, tenaga kerja terserap artinya pengangguran terkurangi dan kesejahteraan meningkat," katany

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar