'Jago Data' Permudah Masyarakat Yogyakarta Mengakses Data

  Selasa, 02 Juli 2019   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Peserta pameran memberikan informasi potensi wisata saat acara Yogyakarta Internasional Travel Mart 2019 di Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (2/7/2019). Forum pertemuan para pelaku industri pariwisata dengan travel agen dari 27 negara tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan kunjungan pariwisata khususnya Yogyakarta. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/pd.

KOTA YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM--Pemerintah Kota Yogyakarta terus melakukan inovasi layanan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan partisipatif yaitu dengan membuka sistem “Jago Data” atau data yang bisa diakses secara terbuka oleh masyarakat.

“Data-data yang ditampilkan melalui ‘Jago Data’ atau Jogja Go Open Data ini adalah data yang memang dapat disampaikan secara terbuka untuk konsumsi publik,” kata Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta, Suciati di Yogyakarta, Selasa (2/7/2019).

Akses layanan data tersebut dapat dilakukan melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS) atau mengunjungi laman yang beralamat di opendata.jogjakota.go.id untuk data grafik dan tabel, serta peta.jogjakota.go.id untuk layanan data visual peta.

Data dan informasi publik yang bisa diakses melalui Jago Data masih terbatas untuk empat jenis data yaitu, data pajak, retribusi, kependudukan dan kepegawaian. “Sebagian besar data yang disajikan bersifat ‘real time’, khususnya untuk data kependudukan,” sebutnya.

Khusus untuk data realisasi pajak, Suciati mengemukakan, data yang ditampilkan adalah data satu bulan sebelumnya. “Jika saat ini bulan Juli, maka data terakhir yang ditampilkan adalah data realisasi pada Juni,” ujarnya.

Selain melihat realisasi pajak, retribusi, perkembangan penduduk, dan data kepegawaian secara langsung, Suciati menyebutkan masyarakat juga bisa membandingkan kondisi data dari tahun ke tahun. “Kami sajikan data dalam lima tahun terakhir atau sejak 2014 sampai 2019,” katanya

Ia memastikan, seluruh data yang ditampilkan melalui Jago Data adalah data yang sebenarnya karena sistem sudah terintegrasi dengan sistem di instansi terkait yang memiliki data awal. “Kami tidak melakukan input data ulang karena sistem sudah terintegrasi. Perubahan di data awal akan mempengaruhi tampilan data di Jago Data,” lanjutnya.

Selain empat jenis data yang sudah bisa diakses secara terbuka oleh publik, Suciati mengatakan akan ada tambahan data baru yang ditampilkan.

“Saat ini masih dalam tahap koordinasi dan diharapkan bisa segera ditampilkan untuk publik. Misalnya data kesehatan dan pendidikan,” tambahnya.

Data kesehatan yang akan ditampilkan bisa meliputi jenis penyakit yang banyak diderita warga di suatu wilayah, kunjungan pasien di Puskesmas dan data layanan kesehatan lain.

Sedangkan untuk data di bidang pendidikan bisa ditampilkan tentang jumlah siswa di suatu sekolah, hingga nilai ulangan setiap siswa meskipun hanya dapat diakses untuk orang tua.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar