Cegah kekerasan Terhadap Anak, Pemkab Sleman Gelar Lomba Kreativitas

  Selasa, 18 Juni 2019   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Sejumlah warga mengikuti kirab prosesi adat Kirab Mbah Bergas di Margoagung, Seyegan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (14/6/2019). Kirab adat tahunan yang dihadiri ribuan warga itu merupakan salah satu bentuk wujud syukur masyarakat atas segala rejeki dari Tuhan YME serta mengingatkan pentingnya gotong royong dan sikap rendah diri dalam kehidupan bermasyarakat. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/wsj.

SLEMAN, AYOYOGYA.COM--Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Lomba Kreativitas Anak Sleman untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak, dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2019.

"Kegiatan ini digelar pada Selasa dan Rabu (18-19 Juni 2019) di halaman Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman dengan melibatkan anak usia sekolah dari SD dan SMP sederajat," kata Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini di Sleman, Selasa (18/6/2019).

Dia menjelaskan kegiatan itu, meliputi Lomba Gerak Lagu Jingle Three Ends yang diselenggarakan pada Selasa dan Lomba Orasi Akhiri Kekerasan Pada Anak yang diselenggarakan pada Rabu (19/6).

"Kegiatan ini diikuti sejumlah 425 orang anak. Untuk gerak lagu Jingle Three Ends diikuti 13 sekolah tingkat SMP dan lomba orasi diikuti 24 sekolah tingkat SD di Sleman," kata dia.

Ia mengatakan lomba yang memperebutkan hadiah total Rp15.000.000 tersebut, diselenggarakan sebagai salah satu media untuk memberi ruang berekspresi dan berprestasi bagi anak-anak Sleman.

"Hal tersebut karena anak-anak mempunyai empat hak anak, salah satunya hak partisipasi," kata dia.

Selain itu, kata dia, kegiatan tersebut sebagai ajang mengasah kreativitas dan bakat anak ini sehingga dapat memenuhi hak tumbuh kembang anak sesuai dengan bakat dan minatnya.

"Kita sebagai pemerintah atau orang dewasa wajib memberikan ruang berekspresi mereka untuk berpartisipasi sebagai salah satu pemenuhan hak anak," kata dia.

Ia menambahkan penyelenggaraan lomba itu juga untuk menyosialisasikan dan mengajak berbagai kalangan masyarakat untuk mendukung upaya-upaya mengakhiri tindak kekerasan pada kalangan perempuan dan anak melalui "jingle" Three Ends.

"Lirik dalam 'jingle' Three Ends memuat ajakan untuk akhiri kekerasan pada anak. Harapannya dengan penyelenggaraan lomba ini 'jingle' tersebut dapat semakin dikenal masyarakat," kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar