5 Tips Kembali Produktif Kerja Seusai Liburan

  Selasa, 11 Juni 2019   Rizma Riyandi
Ilustrasi

KOTA YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM--Seusai libur lebaran, Anda akan kembali dihadapkan pada realita untuk kembali duduk di meja kantor dan bekerja. Untuk sebagian orang, bekerja setelah libur panjang dapat menjadi hal yang kurang mengenakkan. Pikiran masih mengawang-awang di kampung halaman,  semetara tumpukan pekerjaan menanti untuk diselesaikan.

Untuk mengatasi hal tersebut, beberapa orang yang tergolong sukses dalam karirnya berbagi tips agar Anda dapat kembali produktif di hari pertama bekerja, sebagaimana yang dilansir dari Business Insider, Selasa (11/6/2019) :

1. Persiapkan Sehari Sebelumnya

Penulis buku produktivitas dunia kerja, Lynn Taylor mengatakan salah satu hal terpenting yang perlu dilakukan agar Anda dapat bekerja produktif di hari pertama seusai liburan adalah dengan mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan pada malam sebelumnya.

Selain itu, tidur cukup alias tidak bergadang juga akan sangat membantu Anda untuk lebih siap keesokan harinya.

"Tidur lebih cepat semalam sebelumnya, juga bangun sedikit lebih pagi dari biasanya. Hal ini akan membantu Anda untuk mampu mengatasi tumpukan pekerjaan di keesokan harinya dan memberi Anda awal yang baik," jelasnya.

2. Tetap Fokus

Ketika kembali masuk ke kantor di hari pertama setelah liburan panjang, Anda akan menemui banyak distraksi baik dari para kolega maupun media sosial.

"Orang-orang mungkin akan banyak bertanya mengenai liburan Anda, dan berita terkini di media sosial membuat Anda merasa hilang kontak dengan teman-teman dan dunia selama beberapa saat," ungkap Taylor.

Untuk itu, batasi diri untuk tidak tenggelam dalam bertukar pesan di aplikasi pesan singkat atau scrolling di media sosial dan portal berita. Cobalah untuk tetap fokus pada pekerjaan Anda.

3. Kedepankan Prioritas

Jangan langsung menjadwalkan berbagai rapat dan deadline di hari pertama. Hal tersebut hanya akan membuat Anda merasa kelimpungan dan lelah.

"Idealnya, rancang hari pertama Anda agar tidak terlalu banyak jadwal rapat dan pertemuan sehingga Anda punya banyak waktu untuk mengorganisasikan diri dan tidak merasa terlalu lelah," ungkap pembicara bidang bisnis dan penulis "The Humor Advantage", Michael Kerr.

Dia merekomendasikan untuk melakukan strategi khusus untuk memulai kerja di hari pertama. "Luangkan beberapa menit untuk menjadwalkan pekerjaan Anda di hari pertama, fokus pada hal yang prioritas dan jangan sungkan untuk meminta bantuan," jelasnya.

Apabila Anda tidak memiiliki pilihan selain berhadapan dengan pekerjaan yang menggunung, Taylor menyarankan agar Anda menyusun prioritas dan fokus pada hal yang terpenting.

"Mula-mula, tangani hal yang paling mendesak. Tentukan apa yang paling penting bagi pekerjaan Anda, bos Anda, dan proyek Anda. Lihatlah gambaran besarnya, jangan serta-merta mengerjakan hal yang ada di depan mata. Berani katakan 'tidak' untuk hal yang memiliki priorotas rendah," tutupnya.

4. Jangan Terjebak Membalas Email dan Chat

Ketika ditinggal berlibur, ada kemungkinan kotak masuk e-mail dan chat Anda dipenuhi pesan. Berhati-hatilah untuk tidak terjebak membalas seluruh pesan yang masuk dan menyalah-artikan-nya sebagai sesuatu yang produktif.

"Mudah untuk masuk ke dalam momen membalas e-mail terus-menerus tanpa berpikir apakah hal tersebut benar-benar diperlukan atau tidak," ungkap Kerr.

"Jangan terkecoh dengan menganggap kegiatan membalas e-mail adalah hal yang produktif. Gunakanlah strategi, hanya balas email yang mendesak," tambahnya.

5. Jadwalkan Istirahat Ekstra

Di hari pertama kerja, bukan hal yang mustahil Anda akan merasa dihantui kewajiban untuk langsung mengerjakan semua hal yang sempat ditinggalkan secepat mungkin. Namun, Kerr mengatakan, hal tersebut malah dapat menjadi kontraproduktif.

"Menghadapi hari pertama Anda dengan tergesa-gesa mengerjakan seluruh pekerjaan yang ada bukan hanya dapat memicu stress, tapi juga membuat Anda berpotensi melakukan kesalahan dalam pekerjaan, sehingga hasilnya malah kurang produktif," jelasnya.

Dia menyarankan Anda untuk menjadwalkan waktu istirahat yang sedikit lebih panjang dari hari-hari biasanya sebagai masa transisi dari waktu liburan ke rutinitas harian.

"Ambilah waktu istirahat ekstra di hari pertama. Anda perlu untuk membuat waktu transisi dari liburan ke pekerjaan," jelasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar