BPBD Bantul Inventarisir Daerah Rawan Kekeringan

  Jumat, 24 Mei 2019   Rizma Riyandi
Petani menanam padi di Kampung Ciseke, Lebak, Banten, Kamis (9/5/2019). Untuk menghindari kekeringan jelang musim kemarau yang diprediksi mulai terjadi bulan Juni mendatang petani memajukan waktu menanam padi yang ditargetkan selesai paling lambat pada minggu kedua bulan Mei ini. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/af/aww.

BANTUL, AYOYOGYA.COM--Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menginventarisasi daerah-daerah yang menghadapi kekeringan guna menyiapkan bantuan air bersih menjelang Lebaran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengatakan awal pekan depan rapat koordinasi akan dilakukan dengan aparat desa-desa di Bantul yang menghadapi kekeringan menjelang Lebaran.

"Kita akan minta inventarisasi desa seperti apa, termasuk kantong-kantong kekeringan dan yang paling mendesak membutuhkan distribusi air menghadapi musim Lebaran ini di mana saja," katanya, Jumat (24/5/2019).

Dwi mengatakan saat ini sudah ada dua desa terdampak kekeringan di Bantul yang mengajukan permintaan bantuan air bersih ke BPBD, yaitu Desa Segoroyoso Pleret dan Desa Wijirejo Pandak.

"Bantul Insya Allah siap, kemarin sudah ada permintaan air dari Segoroyoso Pleret dan Wijirejo Pandak untuk kebutuhan ibadah. Kami memang prioritas untuk fasilitas umum, kalau kebutuhan makan dan rumah tangga kita akan support," katanya.

Dwi menjelaskan dana untuk pengadaan bantuan air bersih menjelang Lebaran bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) dan bantuan dari perusahaan swasta.

"Biasanya juga ada bantuan CSR (tanggung jawab sosial perusahaan) dari beberapa lembaga swasta dan perbankan, yang itu Insya Allah sampai akhir nanti juga masih bisa mengover kebutuhan air masyarakat," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar