Yamaha Mio S

BNK Kulonprogo Cegah Penyebaran Narkoba di Wilayah Rawan

  Jumat, 15 Maret 2019   Rizma Riyandi
Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kulon Progo Sutedjo. (Antara)

KULONPROGO, AYOYOGYA.COM--Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mencegah penyebaran narkoba di wilayah rawan. Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kulon Progo Sutedjo di Kulon Progo, Jumat, mengatakan di Kulon Progo terdapat tiga kawasan rawan narkoba, yakni Galur, Temon, dan Samigaluh.

Kemudian, untuk mengantisipasi narkoba dibentuk kampung bebas narkoba di Kulon Progo, antara lain, di Grigak di Desa Giripurwo, Kagongan di Desa Banjararum. Selanjutnya, Kasihan II Ngentakrejo, Kembang Margosari, Klopo Sepuluh Bendungan, Tlogolelo Hargomulyo, Bleder Gerbosari, Dukuh VII Tayuban, Penjalin Donomulyo, Gembongan Sukoreno, Nagung Kedundang, Pandowan Galur.

"Khusus di Kecamata Temon harus ada kewaspadaan lebih karena Bandara NYIA dibangun pada lima wilayah Desa sekaligus yaitu Glagah, Palihan, Sindutan, Jangkaran dan Kebonrejo," katanya, Jumat (15/3/2019).

Sutedjo mengatakan BNK intensifkan kegiatan pencegahan ini demi mendukung program pencegahan pemberantasan penanggulangan peredaran gelap Narkoba ini. Pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) ini mengatur sejak dari hulu sampai hilir terhadap semua aktivitas penanganan berkaitan narkoba.

"Indonesia saat ini masuk dalam kondisi kritis darurat narkoba.Tentu hal ini tak dapat disikapi dengan santai, namun butuh keseriusan dalam penanganan persoalan ini. Sebab saat ini tren penyalahgunaan narkoba ini meningkat terus menerus," ucapnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY Brigjen Pol Triwarno Atmojo mengatakan Bandara NYIA yang dalam waktu dekat akan beroperasi di Kabupaten Kulon Progo tentu membuat perkembangan dinamika kehidupan, apalagi peredaran dan penyelundupan narkoba dari luar negeri cenderung dilakukan melalui bandara.

"Untuk itu, perlu adanya pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN)," katanya,

Menurut Triwarno, narkoba dapat merubah perilaku dan gaya hidup, sehingga kebutuhan akan narkoba ini selalu meningkat. Ini yang mengkhawatirkan karena akan merusakĀ  bangsa ini dari segala sendi kehidupan meliputi aspek Ipoleksosbudhankam.

"Kita perlu merumuskan pola yang paling efektif dan efisien dalam penanggulangan gelap narkoba ini mulai pencegahan dan pemberantasan," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar