Yamaha Aerox

Pemkab Bantul akan Konsultasikan Penataan Gumuk Pasir dengan Tim Ahli

  Jumat, 14 September 2018   Rizma Riyandi
Gumuk Pasir Parangtritis (Antara)

BANTUL, AYOYOGYA.COM -- Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akan mengkonsultasikan penataan kawasan gumuk pasir wilayah Pantai Parangkusumo dan Parangtritis. Rencananya Pemkab setempat akan segera menghubungi ahli-ahli terkait untuk merealisasikan penataan kawasan tersebut.
    
"Itu (penataan gumuk pasir) masalah lingkungan dan ekologi. Nanti akan kita konsultasikan dulu kepada ahlinya," kata Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, Jumat (14/09/2018).
    
Menurutnya, audiensi dengan Badan Informasi Geospasial (BIG), Pengelola Museum Parangtritis Geomaritime Science Park, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah dilakukan. Namun sejauh ini Pemkab Bantul belum mengambil kebijakan apapun.
    
Pasalnya, pengambilan keputusan terkait gumuk pasir harus berdasarkan pada ilmu lingkungan. Oleh karenanya Pemkab Bantul maupun institusi terkait harus berhati-hati mengambil langkah agar tidak terjadi kekeliruan.
    
"Nanti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul akan melakukan kajian mengenai hal ini. Jadi sampai hari ini, Pak Bupati (Suharsono) tampakya belum mengambil keputusan," kata Halim.
    
Dalam audiensi sebelumnya, pihak UGM menyarankan adanya lorong angin dari vegetasi di sisi selatan. Lorong tersebut dibuat untuk pembentukan gumuk pasir yang baru. Namun, terkait masukan tersebut, halim menyampaikan, pihaknya masih melakukan perencanaan yang terarah.

"Kalau kami sebagai pemerintah. Ini kan kebijakan harus berdasarkan perencanaan yang baik, harus berdasarkan ilmu, sehingga apa yang direkomendasikan para ahli tentu akan menjadi pertimbangan yang sangat penting bagi kami," katanya.
    
Sedangkan terkait jip masuk kawasan gumuk pasir, Halim memandang hal tersebut sebagai bagian dari atraksi pariwisata. Meski begitu, hal ini akan dievaluasi agar tidak merusak ekosistem gumuk pasir.
    
"Nanti kita evaluasi, antara kepentingan ekonomi agar tidak bertabrakan dengan kepentingan pelestarian lingkungan. Mana saja trek jip itu, ataukah para ahli membolehkan apa tidak dari aspek lingkungan," ujarnya.
    
Sebelumnya, Dekan Fakultas Geografi UGM, Muh Aris Marfai menganjurkan, agar lorong angin di selatan gumuk pasir tetap diberikan ruang. Hal ini perlu dilakukan agar angin dari selatan bisa masuk ke utara dan membawa material pasir untuk pembentukan gumuk pasir.
    
"Sehingga gumuknya terbentuk bagus. Kalau gumuk terbentuk bagus, kemudian indah dilihat, orang bisa melakukan swafoto. Di situ kemudian kegiatan wisatawan tidak merusak," katanya.
    
Sementara itu, Gumuk pasir akan terganggu ketika banyak vegetasi, tambak udang, maupun warung-warung yang menutupi tepi pantai. Sebab angin dari selatan tidak bisa masuk. Sehingga gumuk pasir bisa mati dan rusak.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar