Yamaha Lexi

Pemkot Yogyakarta Belum Capai Target Pembuangan Sampah ke TPA

  Kamis, 13 September 2018   Rizma Riyandi
Tempat Pembuangan Akhir (Antara)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Upaya pengurangan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan terus dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta. Namun hingga saat ini Pemkot setempat belum bisa mencapai target pengelolaan sampah yang sudah ditetapkan.

Pasalnya, Pemkot Yogyakarta baru bisa merealisasikan 50 persen target pengurangan pembuangan sampah yang ditetapkan. "Volume sampah yang dibuang ke TPA Piyungan bisa terus ditekan. Jika sebelumnya hanya 17,4 persen maka pada saat ini sudah bisa mencapai 18 persen,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Suyana di Yogyakarta, kemarin (12/09/2018).
   
Namun demikian, realisasi pengurangan volume sampah tersebut baru mencapai separuh dari target 30 persen pengurangan sampah organik dan anorganik pada 2025. 

Suyana mengaku bahwa target tersebut cukup berat untuk direalisasikan. Namun ia menyebut DLH Kota Yogyakarta tetap berupaya melakukan berbagai program untuk mencapai target yang sudah ditetapkan.
   
Upaya tersebut di antaranya meningkatkan keberadaan dan kinerja sekitar 400 bank sampah yang tersebar di berbagai wilayah. Termasuk menambah nasabah bank sampah induk yang dikelola DLH Kota Yogyakarta.
   
Selain itu, DLH Kota Yogyakarta juga telah memaksimalkan keberadaan pemulung untuk melakukan pengurangan sampah di tempat pembuangan sampah sementara.
   
“Kami menyiapkan tempat khusus di beberapa TPS untuk digunakan oleh pemulung memisahkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai jual, sehingga sampah tidak ditumpuk sembarangan,” katanya. 
   
Namun demikian, Suryana mengakui jika hanya mengandalkan bank sampah dan pemulung, target pengurangan 30 persen sampah akan tetap sulit dicapai. Maka itu masyarakat juga perlu ikut memberikan kontribusi seperti pengolahan sampah dari rumah tangga.
   
Hingga saat ini, Suyana menyebut, sekitar 93 persen warga Kota Yogyakarta sudah bisa mengakses layanan pengambilan sampah. Sementara sisanya belum dapat mengakses layanan tersebut karena lokasi tempat tinggal sulit dijangkau.
   
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, masyarakat harus mengubah paradigma dari membuang sampah menjadi mengolah sampah. Sehingga sampah yang dibuang ke TPA Piyungan adalah sampah yang sudah tidak memiliki nilai jual.
   
“Bank sampah memiliki peran penting, termasuk pengurangan sampah organik menggunakan biopori. Beberapa waktu lalu, Kecamatan Tegalrejo sudah meluncurkan inovasi berupa biopori jumbo,” katanya.
   
Sedangkan untuk pengurangan sampah plastik, saat ini Pemkot Yogyakarta sedang menggodok aturan tentang kantong plastik untuk berbelanja. 

“Belum bisa kami putuskan apakah menerapkan kantong plastik berbayar atau tidak. Sedang kami kaji bersama DLH Kota Yogyakarta,” ujar Heroe.
   
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, potensi timbulan sampah nasional didominasi sampah organik 57 persen, sampah plastik 16 persen, sampah kertas 10 persen, dan sampah jenis lain 17 persen.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar