Anggaran Infrastruktur Jadi Kendala Pengembangan Objek Wisata Gunungkidul

  Senin, 10 September 2018   Rizma Riyandi
Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, AYOYOGYA.COM -- Pengembangan objek wisata di kabupaten Gunungkidul masih menghadapi kendala. Pemerintah setempat membeberkan bahwa kesulitan tersebut diakibatkan oleh minimnya anggaran untuk membangun infrastruktur jalan dan sarana prasarana lain.
     
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asti Wijayanti mengakui jika masih banyak obyek wisata di wilayahnya yang belum memiliki infrastruktur penunjang untuk meningkatkan jumlah pengunjung.
     
"Kami berusaha mengeksplorasi objek-objek wisata dengan menambah fasilitas penunjang. Namun masih terbentur dengan kemampuan anggaran dari pemerintah kabupaten," ujarnya, Senin (10/9).

Ia mengatakan dari 100 pantai di sepanjang 72 kilometer garis pantai Gunungkidul, pemerintah kabupaten baru mengangkat sekitar 26 di antaranya. "Memang masih banyak yang belum tergarap dengan baik,” katanya.
     
Tak hanya kawasan pantai, hal yang sama juga terjadi di objek destinasi wisata alam lainnya. Di Gunung Kidul sendiri cukup banyak jenis pariwisata alam seperti air terjun atau pun gua.
     
"Potensi wisata tersebut sebagian besar masih belum tergarap. Dengan anggaran yang ada, Pemkab baru berhasil mengesplorasi beberapa titik saja," katanya.
   
Untuk menyiasati keterbatasan anggaran tersebut, Dispar mulai melakukan pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Pembinaan desa-desa wisata mulai diprioritaskan guna membangun industri pariwisata dengan memperhatikan kearifan lokal.
Sehingga melalui kekuatan kearifan lokal tersebut nantinya daya saing industri pariwisata Gunung Kidul lebih baik. "Dalam setahun, kami berusaha merevitalisasi empat objek wisata baru. Selain itu, upaya promosi juga terus kami lakukan. Seperti dengan menggandeng berbagai komunitas melakukan kegiatan di berbagai destinasi yang belum banyak dikenal," katanya.
     
Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, Demas Kursiswanto mendorong pemerintah setempat agar serius dalam melakukan pengembangan wisata baru. Terutama wisata minat khusus yang selama ini jika digarap serius mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
     
"Kami akan kawal agar pemerintah daerah mau membuka wisata minat khusus yang sudah dibuktikan dalam acara Handayani Rock Fishing kemarin sangat banyak melibatkan masyarakat. Tentu saja hal itu berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat," kata Demas.
     
Dia mencontohkan sejumlah lokasi wisata yang saat ini berkembang seperti Gua Pindul, Kali Suci, maupun yang lainnya menjadi bukti bahwa sektor ini sebenarnya sangat menjanjikan. Selain itu, wisata minat khusus mancing Handayani Rock Fishing menawarkan sensasi mengail ikan dari atas ketinggian.

Program memancing ikan dari atas jurang tepi pantai tersebut akan dikawal dan disinergikan dengan pemerintah kabupaten setempat. "Jadi, nanti dibuka wisata minat khusus baru Handayani Rock Fishing di Pantai Selatan. Peminatnya tidak hanya wisatawan lokal namun juga asing,” ujar Demas.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar